Sabtu, 30 November 2013

Pengertian Database(Basis Data)

    Database atau Basis Data adalah sekumpulan data yang saling terhubung satu dengan yang lainnya atau sekumpulan table yang saling terhubung satu dengan yang lainnya.dan fungsi dari database adalah menyimpan suatu data pada  table-tabel dan dikumpulkan menjadi satu dengan database. Database juga bisa di umpamakan sebagai sebuah rumah dengan beberapa kamar-kamar dan sebuah property seperti almari meja belajar tempat tidur itu bisa di sebut dengan data querynya.

Ada beberapa bagian bagian dari database yaitu:
A).Komponen Database
    Komponen yang terdapat pada suatu database antara lain :
1).Tabel 
Sebuah komponen yang digunakan untuk menyimpan suatu data yang telah di akses dan dimasukkan kedalamnya.
2).Record
Isi atau data dari table tersebut yang telah dikelola. Record dapat mempunyai beberapa macam data. Dan data berfariasi tersebut di simpan kedalam table dan itulah yang disebutrecord.
3).Field
Pemberian identitas suatu data dimana data tersebut akan di letakkan. Sesuai dengan pengelompokan datanya.
B).Strukture Database
Strukture database adalah suatu pengaturan field-field pada suatu table pada database. Beberapa struktur database sbb:
1).Nama Field
Digunakan sebagai suatu pemberian identitas atau member keterangan pada field.
2). Type Data
Pemberian suatu tipe pada field sesuai dengan identitas yang telah diberikan.
3).Ukuran Data
Pemberian suatu panjang atau banyak data yang telah di inputkan
4).Keterangan
Memberikan suatu keterangan atau deskripsi pada sebuah field.
Jika anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang Database silahkan belajar yang rajin & tekun agar anda mudah menguasai database. Sampai bertemu di artikel selanjutnya

NETWORKING

TIPE  JARINGAN KOMPUTER

- LAN (Local Area Network
   Teknologi yang sesuai untuk are kecil, biasanya menggunakan label, fiber optic
- WAN (Wide Area Network)
    jarak yang luas,antar kota/negara/benua
- MAN (Metropolitan Area Network)
   antar kota,berbasis kabel,multimedia broadband.
- Wireless network (Wlan,WPAN)
   fasilitas nirkabel (mis. Wifi, bluetooth)
   

Heirs drama korea

https://www.facebook.com/HeirsKdrama

Jumat, 29 November 2013

KESIMPULAN SISTEM TERSEBAR

KESIMPULAN SISTEM TERSEBAR

1. DEFINISI SISTEM TERDISTRIBUSI

Beberapa pengertian sistem terdistribusi
1. Sistem terdistribusi adalah merupakan kebalikan dari siatem operasi prosesor jamak
2. Sistem terdistribusi dapat dikatakan sebagai suatu keberadaan beberapa komputer yang bersifat transparan secara normal, setiap sistem terdistribusi mengandalkan layanan yang di sediakan oleh jaringan komputer
3. Sistem terdistribusi merupakan kumpulan autonomous computers yang terhubung melalui sistem jaringan komputer dan di lengkapi dengan system software terdistribusi untuk membentuk fasilitas computer terintegrasi

2. Permasalahan sistem terdistribusi

  1. kesulitan dalam membangun perangkat lunak
kesulitan yang akan di hadapi antara lain : bahasa pemrograman yang harus dipakai,sistem operasi dll
berkaitan dengan software - bagaimana merancang dan mengatur software dalam distribusi sistem
2. masalah jaringan
karena sistem terdistribusi di implementasikan dalam jaringan komputer, maka isu2 yang berkaitan dengan jaringan komputer akan menjadi pertimbangan utama dalam merancang dan mengimplementasikan sistem.
ketergantungan pada infrastruktur jaringan
3. masalah keamanan
karena pada sistem terdistribusi berbagi data/sumber daya merupakan hal yang mutlak maka muncul masalah2 yang berkaitan dengan keamanan data dll.
kemudahan akses data yang di share memunculkan masalah keamanan

HASIL TESTING
1. LAN
   Modem (shared)
   Pc
Permasalahan / solusi ??
koneksi via http
koneksi via ftp
publising web
publising data
2. Modem (berbeda)
    Pc (berbeda jaringan)
 permasalahan
 ping berhasil ???
 Ip tidak statik / Ip public tidak statik
 persyaratan :
    1. ada komunikasi (bisa ping)
    2. Ip harus statik dan bisa public
    3. untuk FTP server perlu di seting

3. FTP Server
permasalahan / solusi ??
1. perlu ada user id (seting password)
2. port default 21 (bisa di ubah)
3. file yang di shared ditentukan
4. services FTP server harus nyala (di aktifkan)
5. option :
            1. group hak akses perlu di seting
            2. pembuatan limit akses
            3. Ip filter
            4. limit bisa di set
            5. folder
                -write
                -read
                -display
                -append
 

Dunia Cewe

"Kesehatan adalah bagian besar dari kebahagiaan"

Pendahuluan Sistem Terdistribusi a.k.a Sistem Tersebar

Definisi Sistem Terdistribusi/Sistem Tersebar:
Sebuah sistem yg komponennya berada pd jaringan komputer. Komponen tsb saling berkomunikasi & melakukan koordinasi hanya dgn pengiriman pesan (message passing).
Contoh: Internet, intranet, mobile computing
Mengapa diperlukan Sistem Terdistribusi?
Performance: sekumpulan prosesor dapat menyediakan kinerja yang
lebih tinggi daripada komputer yang terpusat
Distribution: banyak aplikasi yang terlibat, sehingga lebih baik jika
Dipisah dalam mesin yang berbeda (contoh: aplikasi perbankan, komersial)
Reliability: jika terjadi kerusakan pada salah satu mesin, tidak akan
mempengaruhi kinerja system secara keseluruhan
Incremental Growth: mesin baru dapat ditambahkan jika kebutuhan proses meningkat
Sharing Data/Resource
Resource adalah segala hal yang dapat digunakan bersama dalam jaringan komputer, meliputi hardware (e.g. disk, printer, scanner), juga software (berkas, basis data, obyek data).
Communication: menyediakan fasilitas komunikasi antar manusia
Karakteristik Sistem Terdistribusi :
1. No global clock
Terdapat batasan pada ketepatan proses sinkronisasi clock pada sistem terdistribusi, oleh karena asynchronous message passing
Pada sistem terdistribusi, tidak ada satu proses tunggal yang mengetahui global state sistem saat ini (disebabkan oleh concurrency dan message passing)
2. Independent failure
Kemungkinan adanya kegagalan proses tunggal yang tidak diketahui
Proses tunggal mungkin tidak peduli pada kegagalan sistem keseluruhan.
Setiap komponen/perangkat dapat mengalami kegagalan namun komponen/perangkat lain tetap berjalan dengan baik.
3. Concurrency of components
Pengaksesan suatu komponen/sumber daya (segala hal yang dapat digunakan bersama dalam jaringan komputer, meliputi H/W dan S/W) secara bersamaan. Contoh: Beberapa pemakai browser mengakses halaman web secara bersamaan.
Model Sistem Terdistribusi:
1. Sistem client – server
Merupakan bagian dari model sistem terdistribusi yang membagi jaringan berdasarkan pemberi dan penerima jasa layanan.
2. Sistem point to point
Merupakan bagian dari model sistem terdistribusi dimana sistem dapat sekaligus berfungsi sebagai client maupun server.
3. Sistem terkluster
Adalah gabungan dari beberapa sistem individual (komputer) yang dikumpulkan pada suatu lokasi, saling berbagi tempat penyimpanan data (storage), dan saling terhubung dalam jaringan lokal (Local Area Network).
Permasalahan Sistem Terdistribusi:
Masalah dengan sistem terdistribusi yang dapat dimunculkan antara lain berkaitan dengan :
Software - bagaimana merancang dan mengatur software dalam Distribusi Sistem
Network – ketergantungan pada infrastruktur jaringan
Security – kemudahan akses ke data yang di share, memunculkan masalah keamanan
Tantangan Sistem Terdistribusi:
Heterogen terhadap:
- Infrastruktur jaringan
- Hardware dan software (sistem operasi, perbedaan UNIX socket dan Winsock)
- Bahasa pemrograman
Beberapa pendekatan :
Middleware (contoh : CORBA, JINI, DCOM, JavaRMI)
Mobile Program (contoh : JAVA)
Openness
Memastikan sistem dapat diperluas dan mudah dalam pemeliharaan, mengikuti standard antarmuka
Security
Privacy, Authentication, Availability
Scalability
Apakah sistem masih efektif dan handal dalam perkiraan pertumbuhannya?
Penanganan Kegagalan
-Pendeteksian
-Masking: transmisi ulang, redudansi penyimpanan data
-Toleransi: exception handling
-Redudancy: redudan rute jaringan, replikasi data pada beberapa mesin
Concurrency: penjadwalan yg konsisten terhadap concurrent thread, menghindari masaah deadlock dan lifelock
Transparency
Menyembunyikan keanekaragaman dan tersebarnya sistem sehingga tampak sebagai satu sistem bagi user.
Kategori transparency:
-Access: menyembunyikan penggunaan komunikasi untuk mengakses remote resource sehingga user beranggapan bahwa semua resource adalah lokal.
contoh: pemetaan drive menggnakan Samba Server, NFS
-Location: user tidak perlu mengetahui lokasi dari remote resource
-Concurrency: user tidak peduli paralel akses ke remote resource dan inkonsistensi dihindari dengan menggunakan mekanisme concurrency control.
-Replication: menyembunyikan perbedaan-perbedaan antara layanan replicated dan non-replicated.
-Failure: menyembunyikan pengaruh partial fail. Dapat diterapkan mekanisme recovery.
-Migration/Mobility: kemampuan untuk melakukan relocate resource secara dinamik tanpa kekhawatiran rekonfigurasi ulang dari user.
-Performance: meminimalkan tambahan performance menggunakan remote resource, sehingga response time dan throughput sebanding dengan ketika mengakses resource secara lokal.
-Scaling: menyembunyikan variasi dalam kelakuan sistem ketika dilakukan perubahan scope atau skala sistem. Skala biasanya diukur dalam hal kecepatan, size dan geographical scope.
hai aku emi